Minggu, 26 Januari 2020

Saatnya Beralih ke Listrik Tenaga Surya yang Kini Kian Murah


Saatnya Beralih ke Listrik Tenaga Surya yang Kini Kian Murah

Tidak seperti dahulu, untuk menikmati listrik tenaga surya anda harus memiliki lahan yang luas, dan panel surya dengan jumlah yang banyak, perkembangan energi ramah lingkungan ini sudah berkembang pesat. Cukup dengan ukuran 10 meter persegi, tidak perlu juga menyiapkan lahan yang luas, atap rumah anda pun sudah bisa dijadikan tempat untuk pemasangan panel surya.

Jenis Energi Alternatif
Semenjak kita masih di bangku sekolah dasar, kita sudah diajarkan bahwa sumber energi fosil lambat laun akan habis dan kita dianjurkan untuk memanfaatkan energi alternatif, sumber daya alam yang terbarukan untuk dijadikan sumber energi listrik ada beberapa macam, diantaranya :

1.     Energi angin, sistem pembangkit listrik dengan memanfaatkan tenaga angin sebagai sumber pembangkit energi nya dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Ciri-ciri nya mudah, ada banyak kincir angin raksasa di lokasi PLTB ini.
2.     Energi air, anda pasti sudah sering mendengar istilah PLTA bukan ? air adalah sumber energinya.
3.     Energi nuklir, sudah dimanfaatkan di negara maju, PLTN masih belum diterapkan di Indonesia, kendalanya cukup banyak, karena membutuhkan teknologi yang maju kita juga masih khawatir akan risiko nya yang sangat tinggi.
4.     Energi matahari, sudah cukup familiar di masyarakat, mudah ditemukan di kota maupun di pelosok.
5.     Energi bio-gas, pemerintah sudah memanfaatkan jenis energi ini, dan perkembangannya cukup baik, ke depannya diharapkan bio-gas dapat menggantikan peran gas alam.
6.     Energi bio-fuel (bahan bakar yang diolah dari tumbuhan), pertamina sudah memiliki produk bio-fuel seperti bio-diesel, performa nya juga terbukti bagus. Sayang nya hanya industri besar saja yang mampu mengolah nya.

Beberapa pembangkit energi listrik diatas sudah digunakan oleh negara kita, seperti di kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, memiliki turbin angin dengan nama resmi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Indonesia juga PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Cirata di Kabupaten Purwakarta, sedangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir belum bisa di realisasikan di Indonesia.

Pilihan Yang Paling Murah dan Mudah
Semua energi di atas sudah dipelajari di bangku sekolah, bahkan sudah banyak digunakan terutama oleh negara-negara maju. Di antara semua pilihan pembangkit energi listrik yang ramah lingkungan, hampir semuanya memerlukan infrastruktur yang rumit, bisa dibilang hanya bisa dipenuhi oleh kelas industri atau proyek dengan biaya besar, seperti proyek negara.

Pilihan yang paling murah dan mudah jatuh pada pembangkit listrik tenaga surya, yang kini sudah semakin murah, bisa di aplikasikan secara perorangan maupun kelompok atau organisasi. Selain itu karena panel surya sudah cukup umum, barang ini tidak akan sulit untuk dicari, apalagi pemerintah sendiri sudah banyak menggunakan listrik tenaga surya untuk penerangan jalan.

Besaran Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk menikmati listrik tenaga surya di rumah anda, mulai dari dua juta rupiah per meter persegi, dengan ukuran panel surya seluas 1 meter per segi bisa menghasilkan listrik sebesar 100 watt. Bahkan bisa lebih murah jika anda mau mencari suplier atau produsen yang sedang melakukan promosi.

Kesimpulan
Setelah membaca paparan di atas, apakah niat anda untuk menggunakan energi terbarukan sudah mulai muncul ? hampir semua pilihan sistem pembangkit listrik dengan sumber yang terbarukan tidak dapat dimanfaatkan secara per orangan, kalaupun bisa, efisiensi nya terbilang sangat kecil, kecuali jika anda memilih listrik tenaga surya, namun jika anda punya pilihan lain, itu pun sudah  merupakan langkah baik.



0 komentar:

Posting Komentar