Sabtu, 07 Desember 2019

Dukung Upaya Perangi Perubahan Iklim Dunia, Ini yang Dilakukan Royal Golden Eagle


Dukung Upaya Perangi Perubahan Iklim Dunia, Ini yang Dilakukan Royal Golden Eagle
Sumber: asianagri.com

Perubahan iklim dunia sudah bukan lagi sekedar ramalan. Dampaknya semakin dirasakan, tidak terkecuali oleh masyarakat Indonesia. Butuh upaya bersama untuk meredam dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Selain pemerintah dan masyarakat, perusahaan seperti Royal GoldenEagle juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk memerangi perubahan iklim yang kian meresahkan.

Sebagai perusahaan yang berbasis pada alam, Royal Golden Eagle merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membantu memerangi perubahan iklim dengan menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Rasa tanggung jawab tersebut juga menurun pada salah satu anak usahanya, Asian Agri. Berbagai upaya pun dilakukan. Berikut cara yang ditempuh Asian Agri untuk membantu menata iklim dunia.

1. Konservasi Hutan


Asian Agri memiliki kebijakan nol deforestasi yang sangat ketat. Sejak tahun 2003, anak usaha Royal Golden Eagle tersebut telah berhenti memperluas kebun intinya dan lebih fokus pada pengembangan kemitraan dengan petani swadaya dan meningkatkan efisiensi produksi.
Untuk menjaga kelestarian alam, Asian Agri memiliki program konservasi demi melestarikan hutan dengan kandungan karbon tinggi. Kerja sama dengan para ahli dijalin untuk memetakan area hutan HCS (High Carbon Stock) dan menentukan metodologi serta ambang batas potensi emisi gas.
Asian Agri juga memastikan bahwa operasi-operasi perusahaan dilakukan di wilayah yang rendah keanekaragaman hayati. Daerah-daerah yang menjadi habitat spesies langka dihindari dan dijaga kelestariannya. Selain itu Asian Agri juga menjaga zona dengan nilai budaya tinggi.

2. Efisiensi Pemanfaatan Air dan Energi


Dalam operasionalnya, Asian Agri selalu berpegang pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Pemanfaatan air selama proses produksi dilakukan seefisien mungkin. Daur ulang air menjadi salah satu cara perusahaan untuk menekan produksi limbah. Tidak berhenti di situ saja, unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut juga memanfaatkan limbah produksi sebagai sumber energi terbarukan.

Efisiensi produksi juga dilakukan secara ketat. Perlindungan lahan gambut dilakukan. Pemantauan dan pengurangan emisi gas rumah kaca juga menjadi perhatian perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik pabriknya, selama periode 2015 - 2019 Asian Agri telah membangun tidak kurang dari 10 unit PLTBg (Pembangkit Listrik Tenaga Biogas) berkapasitas 1 MW - 2,2 MW. Selain untuk memenuhi kebutuhan energi pabrik, PLTBg tersebut juga dibangun untuk membantu menerangi rumah masyarakat di sekitar area operasi.

3. Memerangi Kebakaran Hutan dan Lahan


Selain memiliki kebijakan nol deforestasi, Asian Agri juga memiliki kebijakan zero burning. Aktivitas pengelolaan perkebunan dilakukan dengan cara-cara yang bertanggung jawab dan bebas dari api. Tidak ada pembakaran selama proses membuka lahan. Sebagai gantinya, Asian Agri menggunakan cara-cara yang lebih ramah lingkungan dan mengacu pada peraturan yang berlaku.

Unit bisnis Royal Golden Eagle ini juga menularkan kebijakan zero burning kepada mitra petani. Sosialisasi akan praktek pertanian yang bertanggung jawab rutin dilaksanakan. Selain itu, Asian Agri juga siap membantu mitra petani yang membutuhkan bantuan peralatan dan ingin menerapkan praktek pertanian yang bertanggung jawab.

Upaya Asian Agri dalam memerangi kebakaran hutan juga dilakukan lewat program Desa Bebas Api. Insentif rutin diberikan kepada desa-desa yang berhasil menjaga hutannya dari kebakaran. Hingga tahun 2019, program ini telah menjangkau lahan seluas 600.000 hektar.

Selain menerapkan tiga cara di atas, Asian Agri juga menerapkan kebijakan zero waste yang sangat ketat. Limbah POME (Palm Oil Mill Effluent) sisa produksi minyak sawit dimanfaatkan untuk pupuk dan bahan baku penggerak PLTBg. Sedangkan untuk limbah yang tidak bisa didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut mengelolanya hingga aman untuk dibuang ke aliran air.

0 komentar:

Posting Komentar