Senin, 09 Desember 2019

Ingin Belajar fotografi? Yuk kenali jenis lensa tamron



Fotografi adalah bidang  seni yang menyenangkan dan banyak diminati oleh kawula muda. Bukan hanya bermanfaat untuk mengabadikan setiap momen dalam hidup, namun fotografi juga bisa membuatmu lebih dekat dengan alam, membukan mata dan pikiran, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan. Tetapi tahukah kamu, untuk menghasilkan foto dengan kualitas yang tinggi memerlukan beberapa jenis lensa tamron? Yuk cari tahu jenis –jenis tamron lens yang cocok untuk menunjang kegiatan fotografimu!

Tiga Jenis Tamron Lens yang harus kamu ketahui

1. Prime Lens dan Zoom Lens
Jika kamu ingin hasil fotomu lebih tajam ala fotografer professional, kamu bisa memilih lensa prime atau yang sering disebut dengan lensa fix. Jika kamu menggunakan lensa tamron jenis ini, maka kamu harus melakukan zoom secara manual dengan mendekatkan kamera menuju objek. Kamu tidak bisa melakukan zoom secara otomatis pada lensa ini, karena prime lens memiliki focal length yang tetap sehingga tidak bisa diubah.

Berbeda dengan prime lens, Zoom lens merupakan lensa yang memiliki FLR (rentang focal length) dengan keunggulan fitur zooming yang tidak merepotkan kamu untuk mendekatkan kamera pada objek jika ingin memotret dari jarak jauh. Meskipun berbeda, tetapi bukan berarti prime lens sepi peminat. Banyak fotografer yang sengaja menggunakan prime lens agar hasil foto terlihat lebih nyata dan jernih.

2. Tamron lens khusus sensor APS-C
Bagi kamu pengguna kamera DSLR yang memiliki sensor APS-C, ada beberapa jenis lensa tamron yang bisa kamu coba yaitu Tamron 18-270mm PZD F/3.5-6.6 VC. Jika kamu menggunakan lensa jenis ini, kamu tidak perlu ribet untuk mengganti lensa telefoto dan wide lens. Namun sayangnya lensa ini bisa menurun kualitasnya jika kamu memotret dengan jarak fokus yang panjang dan kecepatan autofokusnya sedikit lambat.

Jangan khawatir, kamu bisa memilih lensa untuk kamera bersensor APS-C yang lebih bagus yaitu Tamron 17-50mm F/2.8mm F/2.8 VC. Lensa jenis ini memiliki bukaan yang besar, sehingga cocok digunakan dalam kegiatan outdoor atau indoor. Harga yang dibandrol untuk lensa jenis ini sedikit mahal, sekitar 4,3 juta rupiah. Walaupun memiliki kualitas yang berbeda, tetapi 2 jenis lensa ini bisa dijadikan senjata untuk mengabadikan momen traveling.

3. Tamron lens khusus sensor fullframe
Ada beberapa jenis lensa untuk kamera yang bersensor full frame, yaitu Tamron 24-70 mm F/28 VC USD yang diakui menjadi pesaing bagi lensa-lensa Nikon bahkan Canon. Hal ini dikarenakan lensa jenis ini merupakan high quality medium zoom yang unik karena dibekali fitur VC yang berfungsi untuk meredam getaran ketika memotret objek foto. Dengan kualitasnya yang oke, wajar jika lensa ini dibandrol sekitar 10 juta rupiah.

Jangan galau jika kamu ingin lensa dengan harga yang lebih terjangkau, Tamron 70-300mm F/3.5-5.6 VC USD bisa menjadi pilihan kedua. Lensa ini adalah lensa tamron pertama yang mengusung teknologi Ultrasonic Drive yang unggul pada kemampuan autofokusnya. Ukurannya tidak terlalu besar dan memiliki bukaan yang relatif kecil, sehingga harga yang ditawarkan lumayan ramah dikantong, yaitu sekitar 4 juta rupiah.

Ketika memiliki tamron lens, maka kamu juga harus merawatnya agar awet dan tidak mudah rusak. Jaga kebersihan lensa walaupun tidak sedang digunakan. Bersihkan lensa menggunakan cairan khusus pembersih kamera atau cleaning kit dan gunakan lap microfiber yang untuk membersihkan lensa. Selain itu, alangkah lebih baik jika kamu memasang kap lensa yang berfungsi melindungi lensamu dari berbagai macam benturan.


Sabtu, 07 Desember 2019

Dukung Upaya Perangi Perubahan Iklim Dunia, Ini yang Dilakukan Royal Golden Eagle


Dukung Upaya Perangi Perubahan Iklim Dunia, Ini yang Dilakukan Royal Golden Eagle
Sumber: asianagri.com

Perubahan iklim dunia sudah bukan lagi sekedar ramalan. Dampaknya semakin dirasakan, tidak terkecuali oleh masyarakat Indonesia. Butuh upaya bersama untuk meredam dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Selain pemerintah dan masyarakat, perusahaan seperti Royal GoldenEagle juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk memerangi perubahan iklim yang kian meresahkan.

Sebagai perusahaan yang berbasis pada alam, Royal Golden Eagle merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membantu memerangi perubahan iklim dengan menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Rasa tanggung jawab tersebut juga menurun pada salah satu anak usahanya, Asian Agri. Berbagai upaya pun dilakukan. Berikut cara yang ditempuh Asian Agri untuk membantu menata iklim dunia.

1. Konservasi Hutan


Asian Agri memiliki kebijakan nol deforestasi yang sangat ketat. Sejak tahun 2003, anak usaha Royal Golden Eagle tersebut telah berhenti memperluas kebun intinya dan lebih fokus pada pengembangan kemitraan dengan petani swadaya dan meningkatkan efisiensi produksi.
Untuk menjaga kelestarian alam, Asian Agri memiliki program konservasi demi melestarikan hutan dengan kandungan karbon tinggi. Kerja sama dengan para ahli dijalin untuk memetakan area hutan HCS (High Carbon Stock) dan menentukan metodologi serta ambang batas potensi emisi gas.
Asian Agri juga memastikan bahwa operasi-operasi perusahaan dilakukan di wilayah yang rendah keanekaragaman hayati. Daerah-daerah yang menjadi habitat spesies langka dihindari dan dijaga kelestariannya. Selain itu Asian Agri juga menjaga zona dengan nilai budaya tinggi.

2. Efisiensi Pemanfaatan Air dan Energi


Dalam operasionalnya, Asian Agri selalu berpegang pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Pemanfaatan air selama proses produksi dilakukan seefisien mungkin. Daur ulang air menjadi salah satu cara perusahaan untuk menekan produksi limbah. Tidak berhenti di situ saja, unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut juga memanfaatkan limbah produksi sebagai sumber energi terbarukan.

Efisiensi produksi juga dilakukan secara ketat. Perlindungan lahan gambut dilakukan. Pemantauan dan pengurangan emisi gas rumah kaca juga menjadi perhatian perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik pabriknya, selama periode 2015 - 2019 Asian Agri telah membangun tidak kurang dari 10 unit PLTBg (Pembangkit Listrik Tenaga Biogas) berkapasitas 1 MW - 2,2 MW. Selain untuk memenuhi kebutuhan energi pabrik, PLTBg tersebut juga dibangun untuk membantu menerangi rumah masyarakat di sekitar area operasi.

3. Memerangi Kebakaran Hutan dan Lahan


Selain memiliki kebijakan nol deforestasi, Asian Agri juga memiliki kebijakan zero burning. Aktivitas pengelolaan perkebunan dilakukan dengan cara-cara yang bertanggung jawab dan bebas dari api. Tidak ada pembakaran selama proses membuka lahan. Sebagai gantinya, Asian Agri menggunakan cara-cara yang lebih ramah lingkungan dan mengacu pada peraturan yang berlaku.

Unit bisnis Royal Golden Eagle ini juga menularkan kebijakan zero burning kepada mitra petani. Sosialisasi akan praktek pertanian yang bertanggung jawab rutin dilaksanakan. Selain itu, Asian Agri juga siap membantu mitra petani yang membutuhkan bantuan peralatan dan ingin menerapkan praktek pertanian yang bertanggung jawab.

Upaya Asian Agri dalam memerangi kebakaran hutan juga dilakukan lewat program Desa Bebas Api. Insentif rutin diberikan kepada desa-desa yang berhasil menjaga hutannya dari kebakaran. Hingga tahun 2019, program ini telah menjangkau lahan seluas 600.000 hektar.

Selain menerapkan tiga cara di atas, Asian Agri juga menerapkan kebijakan zero waste yang sangat ketat. Limbah POME (Palm Oil Mill Effluent) sisa produksi minyak sawit dimanfaatkan untuk pupuk dan bahan baku penggerak PLTBg. Sedangkan untuk limbah yang tidak bisa didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut mengelolanya hingga aman untuk dibuang ke aliran air.