Jumat, 12 Juli 2019

Drop Out, Awal Rezeki Melimpah


Drop Out, Awal Rezeki Melimpah

Memiliki masa kuliah yang bisa berjalan dengan lancar adalah impian setiap mahasiswa. Namun impian bisa kuliah dengan cepat ternyata tidak sesuai harapan. Banyak sekali halangan dan masalah yang timbul ketika menjalani masa kuliah. Hal tersebut dialami oleh Vivi yang menempuh pendidikan di salah satu Universitas Perguruan Tinggi Negeri. Awal kuliah bisa ia jalani dengan tenang dan lancar, namun hari-hari berikutnya menjadi membingungkan dan banyak kendala. Mulai dari biaya yang sedikit tersendat hingga masalah lain yang juga mengganggu konsentrasinya saat proses belajar.

Saat masalah keuangan mulai mengganggu, Vivi memutuskan untuk mencari pekerjaan paruh waktu dengan harapan bisa meringankan beban orang tuanya di kampung halaman yang kesusahan dalam mencari nafkah. Pekerjaan paruh waktu berhasil ia dapatkan, namun berbagai tugas kuliah menjadi terbengkalai karena ia mulai kesulitan membagi waktu. Pada masa sulit seperti itu Vivi merasa sangat lelah tapi bayangan kedua orang tuanya yang sangat bersemangat dalam hidup membuatnya kembali bangkit. Di sela-sela kerja, Vivi menyempatkan waktu untuk belajar atau mengerjakan tugas. Beruntung ia memiliki bos dan rekan kerja yang bisa memaklumi kondisinya.

Kuliah dan kerja mulai bisa Vivi jalani dengan seimbang hingga akhirnya ia jatuh sakit. Sakit yang ia derita mengharuskan dirinya banyak istirahat. Dengan berat hati ia memutuskan untuk cuti kuliah dan bekerja selama satu semester. Selama cuti, Vivi menghabiskan waktu di kampung halaman. Ia merasa senang bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga, namun di sisi lain ia juga sedih karena kondisi kesehatannya tidak baik. Selain itu jadwal selesai kuliah juga menjadi molor. Ia mulai gelisah dan khawatir akan memakan waktu lebih lama untuk lulus. Oleh karena itu ia bersemangat untuk sembuh dan segera kembali ke tanah rantau.

Sebelum masa cuti kuliah berakhir, Vivi sudah dinyatakan benar-benar sembuh oleh dokter. Ia memanfaatkan waktu tersisa itu untuk kembali bekerja dan belajar. Jam kerja yang ia dapatkan menjadi lebih maksimal dan uang yang ia hasilkan juga bertambah. Namun kejadian buruk kembali menimpa Vivi, ia dituduh terjerat kasus narkoba karena mengantarkan paket yang dititipkan kepadanya. Tanpa ia tahu ternyata paket yang dititipkan kepadanya berisi narkoba. Kejadian tersebut membuatnya dikeluarkan dari universitas. Meskipun ia sama sekali tidak memiliki hubungan dengan para pelaku, ia dianggap terlibat dan tetap dikeluarkan dari universitas.

Dengan berat hati Vivi kembali ke kampung halaman. Ia merasa sangat sedih karena tidak bisa melanjutkan kuliah. Kedua orang tuanya juga merasakan hal yang sama, tapi mereka yakin bahwa Vivi bisa segera bangkit dan mencari jalan lain untuk sukses meskipun putus kuliah. Vivi merasa sedih beberapa saat dan kembali bersemangat dengan impian baru setelah melihat lomba desain pakaian yang cukup bergengsi. Vivi yang pandai menggambar tidak mau melepaskan kesempatan yang sangat baik itu.

Selama beberapa hari ia rajin berlatih dengan dukungan kedua orang tua. Setelah yakin bisa menggambar desain pakaian yang unik dan cantik, ia mulai membuat desain dengan penuh semangat. Dengan iringan doa dari kedua orang tua, ia mengirimkan desain tersebut. Sembari menunggu pengumuman pemenang, Vivi membantu kedua orang tua bekerja dan sesekali belajar beberapa hal yang ia dapatkan selama kuliah. Vivi masih memiliki semangat yang sangat tinggi untuk belajar. Untuk memanfaatkan ilmu yang sudah didapatkan, ia membuka kelas les sederhana di rumahnya. Beberapa siswa SD dan SMP mengikuti les tersebut. Les yang ia lakukan tidak mematok harga sehingga para murid memberinya upah seikhlasnya di setiap pertemuan.

Waktu berlalu dan hari pengumuman lomba desain akhirnya tiba. Vivi menanti hasil lomba dengan gugup namun tetap percaya diri dengan karya yang sudah ia buat. Setelah menunggu beberapa saat, pengumuman yang ditunggu-tunggu keluar dan Vivi dinyatakan menang sebagai juara kedua. Ia dan kedua orang tuanya sangat bahagia dengan pengumuman tersebut. Untuk merayakan keberhasilan yang diraih, ia mengadakan tasyakuran sederhana di rumah. Dalam tasyakuran tersebut juga dipanjatkan doa untuk kelancaran Vivi yang nantinya melakukan perjalanan ke ibu kota.
Berkat lomba tersebut Vivi mendapatkan hadiah uang tunai dan pelatihan desain dengan desainer ternama di ibu kota selama satu bulan. Tidak mau melepaskan kesempatan tersebut, Vivi bersungguh-sungguh saat mengikuti pelatihan. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil, Vivi yang tidak pernah bosan belajar langsung ditawari bekerja sebagai desainer.

Pengalaman Vivi yang sangat berliku membuatnya lebih berhati-hati saat memutuskan sesuatu. Begitu juga dengan masa depan yang akan ia hadapi. Tak mau mengambil risiko, ia memanfaatkan fitur Asuransi Wakaf dengan mengunjungi laman https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/fitur-wakaf. Jika Anda juga ingin melakukan hal yang sama, Anda bisa langsung klik link tersebut dan dapatkan berbagai informasi yang akan membantu Anda.

0 komentar:

Posting Komentar